Kamis, 24 Desember 2015

MAKNA OPERASI PERKALIAN DALAM MATEMATIKA





 Dalam kehidupan sehari hari, kita tak lepas dari hitung menghitung. Matematika sebagai ilmu yang mempelajari tentang hitung menghitung, sangat berguna bagi kehidupan manusia.
            Seperti kita ketahui bahwa, dalam ilmu matemaika terdapat berbagai macam operasi aljabar. Seperti pertambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Selain itu juga terdapat dua buah bilangan, yaitu bilangan positif(+) dan bilangan negatif (-).
            Salah satu operasi aljabar tersebut yaitu perkalian,bila dikaitkan dengan kehidupan sehari hari maka akan mengandung arti yang sangat dalam.
            Kita anggap saja bilangan positif itu sebagai suatu kebenaran/tindakan yang benar, dan Kita anggap saja bilangan negatif itu sebagai kesalahan/tindakan yang salah.
1 (+)x(+)=(+)
Positif dikalikan dengan positif maka hasilnya positif. Itu mengandung arti bahwa sebuah kebenaran yang dibenarkan adalah tindakan yang benar.
2 (+)x(-)=(-)
Positif dikalikan dengan negatife maka hasilnya negatif. Itu mengandung arti bahwa sebuah kebenaran yang disalahkan adalah tindakan yang salah.
3 (­)x(+)=(­)
 Negatif dikalikan dengan positif maka hasilnya negatif. Itu mengandung arti                bahwa sebuah kesalahan yang dibenarkan adalah tindakan yang salah.
4 (­)x(-)=(+)
 Negatif dikalikan dengan negatif maka hasilnya positif. Itu mengandung arti                bahwa sebuah kesalahan yang disalahkan adalah tindakan yang benar.

Semoga kita jadi orang yang pandai berhitung juga pandai memperhitungkan akibat dari suatu tindakan yang akan kita lakukan, agar tidak menyesal di kemudian hari...
wasssalaaam

Selasa, 22 Desember 2015

ASAL USUL HARI IBU


"SELAMAT HARI IBU", itulah tagline hari ini di berbagai media sosial. Gak di facebook gak di BBM ataupun medsos lainnya, hampir 90% pengguna medsos pada update hari ibu.
Hal ini memunculkan pertanyaan di benak kita, kenapa hari ibu jatuh pada tanggal 22 desember? atas dasar apa hari tersebut diperingati sebagai hari ibu di indonesia?
Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara nasional pada tanggal 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden No. 316 thn. 1953, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, dimana hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu.(wikipedia)
Tak ada salahnya kita memperingati hari ibu, sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kita terhadap kedua orang tua terutama ibu yang telah berjuang membesarkan dan merawat kita dari lahir hingga sekarang.
Lalu, apakah penghormatan kita terhadap orang tua hanya setahun sekali pada hari ini saja? Tidak, tak ada alasan untuk kita menghormati orang tua pada hari ini saja, hal ini karena orang tua kita menyayangi dan mengasihi kita sepanjang masa.
Mumpung ibu masih bersama kita, yuk kita berdo'a untuk ibu

اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا

Semoga Allah SWT selalu menyayangi&melindungi kita dan kedua orang tua kita,,,
Amiiiiiiin Yaaaa Robbal Alamiiinn


SELAMAT HARI IBU

Senin, 07 Desember 2015

CERITA UANG 1000 DAN 100.000








Uang pecahan Rp 100.000,- yang notabene adalah uang kertas dengan nominal terbesar di indonesia dan pecahan Rp 1000,- sebagai uang kertas dengan nominal  terkecil. Keduanya dibuat oleh perusahaan yang sama yaitu PERURI, dibuat dari bahan yang sama, dan disimpan ditempat yang sama pula sebelum akhirnya beredar di masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah.
Suatu hari, tibalah saatnya uang uang tersebut diedarkan di masyarakat. Uang uang baru tersebut pun akhirnya beredar dan berpisah satu sama lain, beredar di semua tingkatan masyarakat, dari tingkat ekonomi atas sampai tingkat ekonomi yang paling bawah. Hari silih berganti, bulan pun terus berlalu berubah menjadi taun, dan akhirnya setelah beberapa tahun secara tidak sengaja, kedua pecahan uang kertas Rp 100.000,- dan Rp 1000,- pun bertemu ditempat yang sama, dalam dompet seorang pemuda yang gagah dan tampan bernama dhien purple. Maka terjadilah perbincangan antara kedua pecahan uang kertas tersebut. dimulai dengan uang kertas Rp 100.000,- yang bertanya kepada uang kertas Rp 1000,-
Sebut saja uang Rp 100.000,- sebagai "X" dan uang Rp 1000,- sebagai "Y".

X: kenapa kamu begitu kusut kucel kumel bau amis lagi? dan Y pun menjawab
Y: aku begitu keluar dari bank langsung disambut sama tukang dagang asongan, lalu diberikan kepada tukang parkir, dipegang sama anak anak kecil, lalu kembali lagi kepada penjual ikan dipasar dan itulah yang menyebabkan aku kucel dan bau amis.
X: sungguh malang benar nasibmu kawan," sahut X

Lalu Y pun balik bertanya kepada X 
Y: kenapa kamu masih bersih,gak kucel dan bau kaya aku?" dan X pun menjawab
X: karena aku begitu keluar dari bank langsung disambut sama pegawai kantoran, lalu aku dibawa ke mall mall besar dan juga hotel berbintang, disitulah tempat tempat aku beredar, bahkan di dompet pun aku jarang sekali keluar
Y: apakah kamu pernah berada di tempat ibadah? lalu X menjawab
X: belum pernah
Y: ketahuilah kawan, walaupun aku cuma Rp 1000,- tapi aku selalu dekat dengan masyarakat bawah, aku selalu berada di kotak amal, ditangan anak yatim, juga ditangan pengemis. bahkan aku juga bersyukur kepada tuhan karena aku tercipta bukan sebuah nilai tapi sebuah manfaat.
Lalu menangislah uang Rp 100.000,- karena merasa keberadaannya tidak bermanfaat.

Demikianlah sepenggal kisah dari tanah nusantara. Pada dasarnya, manusia itu diciptakan dari bahan yang sama dan ditempat yang sama pula yaitu rahim seorang ibu. Namun begitu terlahir ke dunia di situlah terjadi perbedaan. Ada yang memiliki pangkat dan jabatan tinggi dan ada pula yang jadi rakyat biasa. Namun apalah arti sebuah pangkat dan jabatan tanpa memberikan manfaat bagi sesama. Lebih baik rakyat biasa tanpa pangkat tapi bermanfaat bagi sesama daripada punya pangkat tapi cuma dijadikan bahan kesombongan.
Sebagaimana hadits Rosulullah SAW "sebaik baik manusia ialah yang memberikan manfaat bagi sesamanya".
Semoga cerita singkat ini bisa jadi bahan renungan
Wallohu alam....